Sholawat Sukmo Jati Sunan Bonang: Bacaan, Tata Cara Pengamalan dan Keutamaannya

Table of Contents

Sholawat Sukmo Jati Sunan Bonang dikenal dalam sebagian tradisi amaliyah sebagai bacaan yang diamalkan dengan jumlah tertentu dan tata cara khusus. Amalan ini dilakukan sebagai ikhtiar batin untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, memohon keberkahan, kelapangan rezeki, kemudahan urusan, ketenangan hati, serta pertolongan Allah SWT dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Dalam mengamalkan sholawat, hal yang paling utama adalah niat. Setiap bacaan hendaknya diniatkan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagai keutamaan yang disebutkan dalam tradisi pengamal hendaknya dipahami sebagai harapan dan ikhtiar, bukan sebagai jaminan bahwa semua keinginan pasti terjadi. Hasil akhirnya tetap berada dalam kehendak dan ketetapan Allah SWT.

Bacaan Sholawat Sukmo Jati

Berikut teks latin Sholawat Sukmo Jati yang beredar dalam tradisi amaliyah:

Bismillaahirrahmaanirrahiim

“Allaahumma Yaa Huu Ahad Sholli ‘Alaa Sayyidina Muhammadinil Al Faatihatil Fatahillah Fathan Mubiinan Wa ‘Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Baarik Wasallim.”

Bacaan tersebut menjadi inti dari amaliyah yang dalam tradisi tertentu dilakukan sebanyak 1313 kali. Pengamal dianjurkan melakukannya dengan hati tenang, penuh keyakinan kepada Allah SWT, serta menjaga adab dalam berdoa dan berdzikir.

Tata Cara Pengamalan Sholawat Sukmo Jati

Dalam tata cara yang beredar, amalan ini dilakukan selama 3 malam berturut-turut pada waktu tengah malam setelah melaksanakan sholat sunnah malam atau tahajud.

  1. Tawasul. Awali amalan dengan tawasul sesuai dengan tuntunan dan keyakinan masing-masing.
  2. Membaca istighfar. Bacalah istighfar sebanyak 100 kali dengan penuh kesadaran dan memohon ampun kepada Allah SWT.
  3. Membaca Sholawat Sukmo Jati. Wiridkan bacaan sebanyak 1313 kali.
  4. Membaca Laa Ilaaha Illallaah. Setelah selesai membaca sholawat, tutuplah dengan membaca Laa Ilaaha Illallaah sebanyak 165 kali.
  5. Dilakukan selama 3 malam. Usahakan istiqamah dan tidak meninggalkan amalan selama tiga malam tersebut.

Amalan Setelah Menyelesaikan 3 Malam

Setelah menyelesaikan pengamalan selama tiga malam, dalam tradisi yang beredar amalan dapat dilanjutkan secara istiqamah sebanyak 3, 7, atau 11 kali setelah sholat fardhu. Selain itu, disebutkan pula dapat membaca sebanyak 111 kali setelah sholat sunnah malam atau tahajud.

Untuk hajat tertentu, bacaan dapat diamalkan sesuai kemampuan, misalnya 3 kali, 7 kali, 11 kali, atau 21 kali. Dalam tradisi tersebut juga terdapat anjuran membaca hingga 1000 kali pada tengah malam untuk hajat yang dianggap besar atau mendesak.

Keutamaan dan Harapan dari Pengamalan

Dalam catatan amaliyah yang beredar, Sholawat Sukmo Jati dikaitkan dengan berbagai harapan positif. Di antaranya adalah memohon kelancaran rezeki, kemudahan usaha, bertambahnya pelanggan, terbukanya relasi bisnis, kemudahan dalam pekerjaan, peningkatan karier, serta jalan keluar dari kesulitan keuangan.

Bagi seseorang yang sedang menjalankan usaha, amalan ini dipercaya oleh sebagian pengamal sebagai bentuk ikhtiar batin agar dagangan lebih mudah dikenal, pelanggan bertambah, hubungan dengan rekan usaha menjadi baik, negosiasi berjalan lancar, dan usaha mendapatkan keberkahan.

Dalam urusan pekerjaan, amalan ini juga sering dikaitkan dengan harapan agar mendapatkan pekerjaan yang baik, memperoleh kepercayaan dari atasan, memiliki hubungan harmonis dengan rekan kerja, mendapatkan kesempatan meningkatkan karier, serta memperoleh kemudahan dalam menjalankan tanggung jawab.

Untuk persoalan rezeki, sebagian pengamal menggunakannya sebagai sarana doa agar diberikan kecukupan, kemudahan membayar hutang, kelancaran usaha, kemudahan mendapatkan modal, serta pertolongan ketika menghadapi kebutuhan yang besar dan mendadak.

Perlindungan dan Ketenangan Batin

Selain persoalan rezeki dan pekerjaan, berbagai naskah tradisional juga menyebutkan manfaat yang berkaitan dengan perlindungan diri, ketenangan batin, keberanian, keharmonisan keluarga, dan terhindar dari berbagai gangguan.

Namun, berbagai klaim mengenai kekuatan gaib, kekebalan, kemampuan menaklukkan jin, membuka indra keenam, menguasai khodam, pelet, santet, kekuatan supranatural, atau kemampuan memengaruhi orang lain merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi tertentu. Hal-hal tersebut tidak dapat dipastikan sebagai hasil otomatis dari membaca sholawat.

Makna Fat-han Mubina

Salah satu bagian yang terdapat dalam bacaan tersebut adalah Fathan Mubiin atau Fat-han Mubina. Istilah tersebut berkaitan dengan makna pembukaan atau kemenangan yang nyata.

Makna atau terjemahan bacaan yang beredar adalah:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, wahai Dia Yang Maha Esa, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sang pembuka, dengan pembukaan dari Allah, kemenangan yang nyata, dan kepada keluarga serta para sahabatnya, dan berikanlah keberkahan serta keselamatan.”

Adab dalam Mengamalkan Sholawat

Agar amalan menjadi sarana kebaikan, pengamal hendaknya menjaga sholat wajib, memperbanyak istighfar, menjaga ucapan, menjauhi perbuatan yang merugikan orang lain, mencari rezeki melalui jalan yang halal, serta memperbanyak doa kepada Allah SWT.

Jangan menjadikan amalan sebagai sarana untuk menyakiti, menundukkan, mencelakai, menipu, atau mengambil hak orang lain. Sholawat sebaiknya menjadi jalan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Ikhtiar Lahir dan Batin

Pengamalan sholawat sebaiknya berjalan bersama ikhtiar nyata. Jika menginginkan kelancaran usaha, tetaplah memperbaiki kualitas produk, pelayanan, pemasaran, dan pengelolaan keuangan. Jika menginginkan pekerjaan dan karier yang lebih baik, tetaplah meningkatkan kemampuan, disiplin, serta menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Begitu pula ketika menghadapi masalah keuangan. Selain berdoa dan berdzikir, lakukan perencanaan keuangan, kurangi pengeluaran yang tidak diperlukan, berusaha mencari penghasilan tambahan, dan menyelesaikan kewajiban dengan cara yang baik.

Penutup

Sholawat Sukmo Jati Sunan Bonang dalam tradisi amaliyah tertentu diamalkan dengan jumlah 1313 kali selama tiga malam, kemudian dilanjutkan dengan bacaan secara istiqamah sesuai tata cara yang diyakini. Amalan tersebut dapat dijadikan sebagai bentuk ikhtiar doa dan dzikir kepada Allah SWT.

Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan, tidak menyombongkan diri karena amalan, tidak menggunakannya untuk merugikan orang lain, serta tetap meyakini bahwa segala pertolongan, rezeki, keselamatan, dan keberhasilan hanya berasal dari Allah SWT.

Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan dengan niat baik mendapatkan keberkahan, diberikan kemudahan dalam urusan, dilapangkan rezekinya, diberi ketenangan hati, dan selalu berada dalam perlindungan Allah SWT.

Wallahu a'lam. Semoga bermanfaat.