Jangan Sepelekan! 6 Amalan yang Bisa Menjadi Sebab Datangnya Ketenangan dan Keberkahan dalam Rumah
Bapak/Ibu dan saudara-saudaraku, rumah seharusnya menjadi tempat untuk mendapatkan ketenangan setelah seharian menghadapi berbagai urusan. Namun, terkadang rumah yang secara fisik nyaman belum tentu membuat hati penghuninya merasa tenang.
Ada keluarga yang memiliki rumah sederhana, tetapi suasananya penuh kasih sayang. Sebaliknya, ada pula rumah yang serba berkecukupan, tetapi penghuninya sering bertengkar, mudah marah, dan hatinya tidak pernah merasa tenteram.
Dalam Islam, ketenangan dan keberkahan tidak hanya berkaitan dengan keadaan materi. Ada ikhtiar yang dapat dilakukan agar rumah menjadi tempat yang dipenuhi kebaikan dan semakin dekat dengan Allah SWT.
1. Membiasakan Mengucapkan Salam Ketika Masuk Rumah
Salah satu kebiasaan sederhana yang jangan diremehkan adalah mengucapkan salam ketika masuk rumah.
Allah SWT berfirman:
فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
Artinya: “Maka apabila kamu memasuki rumah-rumah, hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya. Salam itu sebagai ucapan yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah.” (QS. An-Nur: 61).
Biasakan mengucapkan السَّلَامُ عَلَيْكُمْ ketika memasuki rumah. Jika tidak ada orang di dalamnya, terdapat pula anjuran untuk mengucapkan salam kepada diri sendiri sebagaimana dijelaskan dalam ayat tersebut.
Kalimat yang sederhana ini dapat menjadi pengingat bahwa rumah kita juga merupakan tempat untuk menghidupkan sunnah dan kebaikan.
2. Membaca Al-Qur’an di Dalam Rumah
Rumah akan semakin baik jika di dalamnya terdapat bacaan Al-Qur’an. Tidak harus selalu membaca dalam jumlah banyak. Luangkan beberapa menit setiap hari untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memahami maknanya.
Orang tua juga dapat mengajak anak-anak untuk membaca Al-Qur’an bersama. Dengan begitu, rumah tidak hanya menjadi tempat untuk makan dan beristirahat, tetapi juga menjadi tempat keluarga belajar mendekatkan diri kepada Allah.
Jika tidak mampu membaca banyak, jangan merasa malu. Satu halaman yang dilakukan dengan istiqamah lebih baik daripada semangat sesaat kemudian berhenti.
3. Memperbanyak Dzikir kepada Allah
Jangan biarkan rumah hanya dipenuhi percakapan tentang masalah dunia. Sesekali hidupkan rumah dengan dzikir dan doa.
Allah SWT berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Dzikir dapat dilakukan setelah salat, pada pagi dan petang, atau ketika memiliki waktu luang. Biasakan anggota keluarga mengingat Allah tanpa harus menunggu munculnya masalah.
4. Menjaga Salat di Dalam Keluarga
Salah satu fondasi penting dalam kehidupan seorang Muslim adalah salat. Jangan sampai aktivitas pekerjaan, menonton televisi, menggunakan ponsel, atau kesibukan lainnya membuat salat menjadi terabaikan.
Orang tua hendaknya memberikan contoh kepada anak-anak. Ketika anak melihat orang tuanya menjaga salat, mereka mendapatkan teladan yang jauh lebih kuat daripada sekadar nasihat.
Jika memungkinkan, keluarga dapat saling mengingatkan ketika waktu salat telah tiba. Saling mengingatkan dalam kebaikan merupakan bentuk kasih sayang.
5. Menjaga Lisan dan Tidak Membawa Pertengkaran Terus-Menerus
Rumah akan sulit terasa tenang jika setiap hari dipenuhi kata-kata kasar, celaan, bentakan, dan pertengkaran.
Setiap anggota keluarga pasti memiliki kekurangan. Suami tidak sempurna, istri tidak sempurna, anak-anak juga tidak sempurna. Karena itu, belajar menahan lisan adalah perkara yang sangat penting.
Ketika sedang marah, jangan terburu-buru mengucapkan perkataan yang dapat melukai hati orang lain. Bisa jadi masalah yang sebenarnya kecil menjadi besar hanya karena satu kalimat yang diucapkan ketika emosi.
Jika terjadi perselisihan, berusahalah menyelesaikannya dengan kepala dingin. Jangan menjadikan kesalahan masa lalu sebagai senjata untuk terus menyakiti orang yang kita cintai.
6. Memperbanyak Doa untuk Keluarga
Jangan hanya berdoa untuk diri sendiri. Doakan juga pasangan, anak-anak, orang tua, dan seluruh anggota keluarga.
Salah satu doa yang sangat indah terdapat dalam Al-Qur’an:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74).
Doa ini mengajarkan kepada kita bahwa keluarga yang baik merupakan karunia besar dari Allah. Karena itu, mintalah kepada-Nya agar pasangan dan keturunan menjadi sumber kebahagiaan sekaligus menjadi orang-orang yang taat kepada Allah.
Jangan Hanya Meminta Rumah yang Besar
Bapak/Ibu dan saudara-saudaraku, ketika berdoa untuk rumah tangga, jangan hanya meminta rumah yang besar, kendaraan yang bagus, atau penghasilan yang tinggi.
Mintalah juga hati yang lembut, pasangan yang saling memahami, anak-anak yang saleh dan salehah, kesehatan, rezeki yang halal, serta kemampuan untuk bersyukur.
Sebab rumah yang besar belum tentu menghadirkan ketenangan. Namun rumah yang dipenuhi iman, kasih sayang, saling menghormati, dan mengingat Allah dapat menjadi tempat yang sangat berharga bagi keluarga.
Penutup
Bapak/Ibu dan saudara-saudaraku, mari kita mulai memperbaiki suasana rumah dari hal-hal sederhana. Biasakan mengucapkan salam ketika masuk rumah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, menjaga salat, menjaga lisan, dan mendoakan keluarga.
Jangan menunggu rumah tangga mengalami masalah besar untuk kembali mendekat kepada Allah. Mulailah sejak sekarang, meskipun hanya dengan satu amalan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Semoga Allah SWT menjadikan rumah kita sebagai tempat yang dipenuhi ketenangan, kasih sayang, rezeki yang halal, dan keberkahan. Semoga Allah menjaga pasangan, anak-anak, orang tua, dan seluruh keluarga kita dari segala keburukan.
Semoga rumah kita bukan hanya menjadi tempat tinggal di dunia, tetapi juga menjadi jalan bagi seluruh penghuninya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
