BEBAS SIKSA KUBUR!! ALLAH TIDAK MENGAZAB SELAMANYA ORANG YANG SUKA BACA DZIKIR INI 100X SETIAP HARI
BEBAS SIKSA KUBUR!! ALLAH TIDAK MENGAZAB SELAMANYA ORANG YANG SUKA BACA DZIKIR INI 100X SETIAP HARI
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mencari cara untuk meredakan rasa takut akan siksa kubur dan mengharapkan rahmat Allah yang abadi. Salah satu amalan yang sering disebut dalam kitab-kitab klasik dan pengajaran ulama adalah membaca sebuah dhikr tertentu sebanyak 100 kali setiap hari. Dhikr ini tidak hanya dianggap sebagai doa pemuliaan, tetapi juga diyakini mampu membebaskan pembacanya dari siksa kubur serta menjamin bahwa Allah tidak akan mengazabnya selamanya. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang dhikr yang dimaksud, landasan syari’ahnya, manfaat spiritual serta psikologisnya, serta panduan praktis untuk mengamalkannya secara konsisten.
Apa Itu Dhikr yang Dimaksud?
Dhikr yang menjadi fokus pembahasan ini adalah lafaz “Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil ‘Adhim”. Lafaz ini merupakan gabungan dari tasbih dan tahmid yang mempunyai nilai pahala yang sangat besar menurut hadith Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa riwayat, Nabi bersabda bahwa barangsiapa membaca lafaz ini seratus kali setiap hari, maka ia akan mendapatkan pahala setara dengan membaca seluruh Al-Qur’an dan akan dilindungi dari siksa kubur. Meskipun ada variasi riwayat tentang lafaz lain seperti “La ilaha illallah” atau “Alhamdulillah”, banyak ulama klasik yang menegaskan bahwa kombinasi tasbih dan tahmid ini memiliki keunggulan khusus dalam membuka pintu rahmat dan menahan azab.
Landasan Syari’ah dan Hadith Pendukung
Keamanan dari siksa kubur tidaklah hanya berdasarkan kepercayaan pribadi, tetapi juga memiliki landasan yang kuat dalam sumber-sumber Islam. Beberapa hadith yang dikutul oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Imam Ahmad menyebutkan keutamaan membaca tasbih dan tahmid secara berulang. Di antara mereka:
- Hadith dari Abu Hurairah RA: “Barangsiapa membaca ‘Subhanallah wa bihamdihi’ seratus kali setiap hari, maka akan ditanamkan untuknya seratus pohon di surga.” (HR. Muslim)
- Hadith dari Abdullah bin Mas’ud RA: “Barangsiapa membaca ‘Subhanallahil ‘Adhim’ seratus kali, maka akan dihapuskan dosanya seolah-olah lahir baru.” (HR. Ahmad)
- Hadith yang menyatakan bahwa pembaca dhikr ini akan dilindungi dari azab kubur dan akan mendapatkan aman di hari Kiamat.
Meskipun derajat kehadiran hadith ini berbeda-beda, konsensus ulama ahli hadith menegaskan bahwa membaca tasbih dan tahmid secara rutin merupakan amal yang sangat dianjurkan dan memiliki manfaat spiritual yang nyata. Oleh karena banyak pesantren dan studi Islam mengajarkan praktik ini sebagai bagian dari routine harian seorang muslim.
Manfaat Spiritual dan Psikologis Dhikr 100x Sehari
Mengamalkan dhikr ini tidak hanya berfokus pada aspek ahirat, tetapi juga memberikan dampak positif pada kehidupan duniawi. Berikut beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh pemraktiknya:
- Menenangkan jiwa dan mengurangi kecemasan: Pengulangan lafaz yang rhythmic membantu menstabilkan napas dan mengaktifkan respons relaksasi otak.
- Meningkatkan konsentrasi dan kesadaran: Dengan fokus pada lafaz tertentu, pikiran menjadi lebih terarah dan kurang terdistraksi oleh gadget atau pikiran negatif.
- Menghargai nikmat Allah: Setiap pengucapan “Subhanallah” adalah pengakuan akan keagungan dan keindahan ciptaan Tuhan.
- Membersihkan hati dari dosa: Menurut ajaran Sufi, dhikr berfungsi seperti penyikat membersihkan hati dari kotoran spiritual.
- Menciptakan kebiasaan positif: Melakukan sesuatu seratus kali setiap hari membentuk disiplin yang dapat ditransfer ke aspek lain seperti kerja, belajar, atau ibadah lainnya.
Dari sudut psikologi, pengulangan afirmatif seperti dhikr ini dikenal sebagai bentuk meditasi yang dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan meningkatkan produksi serotonin dan endorfin, yang bertanggung jawab perasaan bahagia dan ketenangan. Dengan demikian, manfaat dhikr ini tidak hanya sekadar pahala, tetapi juga kontribusi nyata bagi kesejahteraan mental.
Cara Praktis Mengamalkan Dhikr 100x Setiap Hari
Untuk memastikan konsistensi, berikut langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan:
- Menentukan waktu yang tetap: Pilih waktu setelah sholat subuh, sebelum tidur, atau setelah sholat maghrib ketika pikiran masih segar.
- Menggunakan tasbih atau jari: Menghitung dengan tasbih membantu menjaga akurasi jumlah dan menghindari kebingungan.
- Membaca dengan khusyuk: Fokus pada makna lafaz, bukan hanya mengucapnya secara mekanikal.
- Mencatat progres: Buat catatan harian dalam buku atau aplikasi untuk melihat streak dan memotivasi diri sendiri.
- Menggabungkan dengan doa lain: Setelah selesai 100x, lanjutkan dengan doa pemohon ampunan atau sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Mengajak keluarga atau teman: Melakukan dhikr bersama meningkatkan rasa togetherness dan memberikan dukungan reciprokol.
Konsistensi adalah kunci. Meski pada awalnya terasa membosankan, setelah beberapa hari kebiasaan ini akan menjadi bagian dari rutinitas yang dinantikan, karena perasaan tenang dan kedamaian yang dihasilkan.
Kesimpulan
Dhikr “Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil ‘Adhim” yang dibaca seratus kali setiap hari merupakan amal yang memiliki landasan kuat dalam hadith dan ajaran Islam. Selain janji pembebasan dari siksa kubur dan jaminan bahwa Allah tidak akan mengazabnya selamanya, amalan ini juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan mental dan spiritual dalam kehidupan duniawi. Dengan menetapkan rutin yang jelas, menggunakan alat penghitung, dan menjalankannya dengan khusyuk, setiap muslim dapat merasakan dampak positifnya baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, mari kita mulai dari sekarang: luangkan beberapa menit setiap hari untuk membaca dhikr ini seratus kali, dan rasakanlah kelebihan rahmat Allah yang meliputi setiap aspek kehidupan kita.