Tundukkan Semua Hajat dan Kesulitan dengan Istigfar Agung Ini – Ijazah Syekh Nawawi Al-Bantani
Setiap manusia pasti pernah menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ada yang diuji dengan sempitnya rezeki, sulitnya pekerjaan, masalah keluarga, hutang yang belum terbayar, hingga hati yang gelisah tanpa sebab yang jelas. Dalam Islam, salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk memohon pertolongan Allah SWT adalah memperbanyak istigfar. Istigfar bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi juga merupakan bentuk pengakuan atas dosa, penyesalan, serta tekad untuk kembali kepada jalan yang diridhai Allah.
Salah satu amalan istigfar yang dikenal luas di kalangan umat Islam adalah ijazah yang dinisbatkan kepada ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi Al-Bantani. Beliau menganjurkan agar kaum muslimin memperbanyak membaca istigfar sebagai wasilah memohon ampunan, kemudahan urusan, kelapangan rezeki, serta jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup.
Mengenal Syekh Nawawi Al-Bantani
Syekh Nawawi Al-Bantani merupakan salah satu ulama besar asal Indonesia yang sangat dihormati di dunia Islam. Beliau lahir di Banten dan kemudian menuntut ilmu hingga menetap di Kota Makkah. Karena keluasan ilmunya, beliau mendapat julukan Sayyid 'Ulama al-Hijaz, yaitu pemimpin para ulama di wilayah Hijaz.
Banyak karya beliau yang hingga kini masih dipelajari di berbagai pesantren di Indonesia maupun di berbagai negara. Di kalangan masyarakat juga dikenal sebuah kisah yang menyebutkan bahwa ketika makam beliau di Ma'la, Makkah, pernah dibuka untuk keperluan pemindahan, kain kafan beliau dikisahkan masih dalam keadaan utuh. Kisah tersebut sering disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap kemuliaan beliau, meskipun umat Islam tetap meyakini bahwa segala kemuliaan hanya terjadi atas izin Allah SWT.
Istigfar yang Dianjurkan
Kalimat istigfar yang diijazahkan adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullāha wa atūbu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya."
Kalimat yang sederhana ini memiliki makna yang sangat dalam. Dengan membacanya, seorang hamba mengakui kelemahan dirinya, memohon ampun atas dosa-dosanya, serta bertekad untuk memperbaiki kehidupan menuju jalan yang lebih baik.
Keutamaan Memperbanyak Istigfar
Allah SWT sendiri memerintahkan hamba-Nya agar memperbanyak istigfar. Dalam Surah Nuh ayat 10–12 dijelaskan bahwa Nabi Nuh mengajak kaumnya untuk memohon ampun kepada Allah. Kemudian Allah menjanjikan berbagai karunia, seperti diturunkannya hujan yang membawa keberkahan, bertambahnya harta, dianugerahi keturunan, serta kebun-kebun dan sungai-sungai.
Ayat tersebut mengajarkan bahwa istigfar bukan hanya menjadi sebab diampuninya dosa, tetapi juga dapat menjadi jalan datangnya berbagai nikmat dari Allah SWT. Namun, seorang muslim tetap meyakini bahwa semua rezeki dan pertolongan hanya diberikan sesuai kehendak Allah dan pada waktu terbaik menurut hikmah-Nya.
Tata Cara Mengamalkan
Bagi yang ingin membiasakan amalan ini, berikut tata cara yang banyak diajarkan oleh para ulama:
- Amalan harian: Bacalah istigfar sebanyak 70 atau 100 kali setiap selesai shalat fardu. Jika belum mampu, dapat dibaca setelah shalat Subuh dan Ashar secara rutin.
- Untuk hajat tertentu: Laksanakan shalat sunnah hajat dua rakaat dengan penuh kekhusyukan, kemudian lanjutkan membaca istigfar sebanyak 4.444 kali sebagai bentuk ikhtiar dalam berdoa kepada Allah.
- Saat menghadapi kesulitan besar: Sebagian ulama mengijazahkan membaca istigfar hingga mencapai 100.000 kali. Jumlah tersebut boleh dicicil dalam beberapa hari sesuai kemampuan, sambil menjaga wudhu, adab, serta keikhlasan hati.
Adab Ketika Beristigfar
Yang paling penting dalam membaca istigfar bukan hanya banyaknya hitungan, melainkan kehadiran hati. Bacalah dengan penuh rasa penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan. Sertai dengan niat untuk meninggalkan maksiat, memperbaiki ibadah, memperbanyak amal saleh, dan senantiasa bertawakal kepada Allah SWT.
Selain itu, jangan jadikan jumlah bacaan sebagai jaminan pasti terkabulnya keinginan. Dalam Islam, doa dan dzikir adalah bentuk ibadah. Allah SWT mengabulkan doa dengan cara yang paling baik menurut ilmu dan hikmah-Nya. Ada doa yang dikabulkan segera, ada yang ditunda pada waktu terbaik, dan ada pula yang diganti dengan kebaikan lain yang lebih bermanfaat.
Penutup
Memperbanyak istigfar merupakan amalan yang ringan di lisan tetapi memiliki keutamaan yang sangat besar. Selain menjadi sebab diampuninya dosa, istigfar juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak harapan akan datangnya rahmat-Nya. Jadikanlah bacaan Astaghfirullāha wa atūbu ilaih sebagai wirid harian yang dibaca dengan penuh keikhlasan, kekhusyukan, dan keyakinan kepada Allah.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, melapangkan rezeki yang halal dan penuh keberkahan, memudahkan setiap urusan, mengangkat berbagai kesulitan, serta menjauhkan kita dari segala bentuk musibah. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
