Dibaca 3x.. Usia 40 Tahun Lebih Amalkan Dzikir Ini Sebelum Tidur, Segala Penyakit Diangkat Oleh Allah
Memasuki usia 40 tahun adalah fase kehidupan yang sangat penting bagi setiap muslim. Pada usia ini, seseorang mulai merasakan perubahan fisik yang tidak dapat dihindari. Tubuh tidak lagi sekuat ketika masih muda. Tenaga mulai berkurang, berbagai keluhan kesehatan bermunculan, dan pikiran semakin dipenuhi tanggung jawab terhadap keluarga serta kehidupan akhirat. Dalam Islam, usia 40 tahun juga disebut sebagai masa kedewasaan yang sempurna. Karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, termasuk dzikir sebelum tidur. Dzikir bukan hanya menjadi penenang hati, tetapi juga menjadi sebab turunnya rahmat, perlindungan, dan kesembuhan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Salah satu dzikir yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali sebelum tidur adalah doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika memohon perlindungan dari berbagai penyakit dan keburukan. Bacaan ini sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Bukan jumlah bacaannya yang menjadi sumber kesembuhan, melainkan izin dan rahmat Allah kepada hamba yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam berdoa.
Mengapa Usia 40 Tahun Menjadi Sangat Istimewa?
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan usia 40 tahun dalam Al-Qur'an sebagai masa ketika seseorang telah mencapai kematangan akal dan kedewasaan hidup. Pada usia inilah seorang muslim dianjurkan memperbanyak rasa syukur dan memohon agar mampu beramal saleh hingga akhir hayat. Banyak ulama menjelaskan bahwa usia ini merupakan waktu yang tepat untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak taubat, dan meninggalkan kebiasaan buruk yang selama ini masih dilakukan.
Semakin bertambah usia, seseorang juga semakin rentan terhadap berbagai penyakit. Oleh sebab itu, selain menjaga pola hidup sehat, umat Islam diajarkan untuk memperbanyak doa dan dzikir sebagai bentuk tawakal kepada Allah. Sebab, kesembuhan sejati hanya datang dari-Nya.
Dzikir Sebelum Tidur yang Dibaca Tiga Kali
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan membaca tiga surat perlindungan sebelum tidur sebanyak tiga kali, yaitu Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Setelah membacanya, beliau meniup kedua telapak tangan lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau. Di antara bacaan yang sangat utama adalah Surah Al-Ikhlas.
Surah Al-Ikhlas:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Artinya: "Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Maksud ayat: Surah ini menegaskan keesaan Allah dan mengajarkan bahwa hanya kepada-Nya seluruh makhluk bergantung. Ketika seorang muslim membacanya dengan penuh keyakinan, ia sedang menyerahkan seluruh urusan hidup, kesehatan, dan keselamatannya kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Hadis Tentang Dzikir Sebelum Tidur
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam apabila hendak tidur, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, kemudian meniupnya setelah membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu mengusapkannya ke tubuh sebanyak tiga kali. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari.
Kebiasaan Rasulullah tersebut menunjukkan bahwa dzikir sebelum tidur merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Selain menjadi perlindungan dari gangguan setan, amalan ini juga menjadi sebab datangnya ketenangan hati dan keberkahan hidup.
Apakah Dzikir Ini Bisa Mengangkat Penyakit?
Seorang muslim harus memahami bahwa tidak ada bacaan tertentu yang secara otomatis menyembuhkan penyakit. Kesembuhan hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun, Al-Qur'an adalah syifa atau obat bagi hati dan menjadi sebab datangnya kesembuhan atas izin Allah. Oleh karena itu, ketika seseorang membaca dzikir sebelum tidur dengan penuh keimanan, berharap hanya kepada Allah, serta tetap berusaha menjalani pengobatan yang benar, maka ia telah menempuh jalan yang diajarkan dalam Islam.
Sering kali penyakit bukan hanya menyerang tubuh, tetapi juga hati. Rasa cemas, takut, gelisah, dan putus asa dapat memperburuk kondisi kesehatan. Dzikir mampu menghadirkan ketenangan sehingga hati menjadi lebih damai. Ketika hati tenang, tubuh pun lebih siap menjalani proses penyembuhan.
Keutamaan Membaca Dzikir Sebelum Tidur
Pertama, mendapatkan perlindungan Allah sepanjang malam. Kedua, dijauhkan dari gangguan setan yang dapat mengganggu tidur maupun ketenangan jiwa. Ketiga, hati menjadi lebih tenteram sehingga kualitas istirahat meningkat. Keempat, membiasakan lisan selalu mengingat Allah hingga tertidur. Kelima, memperoleh pahala karena mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Apabila seseorang telah berusia lebih dari 40 tahun, maka memperbanyak dzikir sebelum tidur menjadi kebiasaan yang sangat baik. Usia yang semakin bertambah hendaknya diisi dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar mengejar urusan dunia semata.
Lengkapi Dengan Doa Memohon Kesembuhan
Selain membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak tiga kali, seorang muslim juga dapat memperbanyak doa berikut.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Artinya: "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Berilah kesembuhan, karena Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun."
Maksud doa: Doa ini mengajarkan bahwa seorang hamba harus menggantungkan harapan hanya kepada Allah. Dokter, obat, dan berbagai ikhtiar hanyalah perantara, sedangkan yang benar-benar memberikan kesembuhan hanyalah Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Jangan Lupakan Ikhtiar
Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan usaha. Membaca dzikir sebelum tidur bukan berarti meninggalkan pengobatan medis. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri memerintahkan umatnya untuk berobat. Oleh karena itu, siapa pun yang sedang sakit hendaknya tetap berkonsultasi kepada tenaga kesehatan, menjaga pola makan, berolahraga sesuai kemampuan, serta memperbanyak istighfar dan dzikir.
Usia yang semakin bertambah bukan alasan untuk putus asa. Justru pada usia inilah seseorang memiliki kesempatan memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah. Setiap malam sebelum memejamkan mata, jadikan dzikir sebagai penutup aktivitas harian. Bacalah Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali, kemudian berdoalah dengan penuh keyakinan. Mohonlah kepada Allah agar diberikan kesehatan, umur yang berkah, hati yang tenang, serta akhir kehidupan yang husnul khatimah. Jika Allah berkehendak, segala penyakit akan diangkat, dosa-dosa dihapuskan, dan hidup dipenuhi keberkahan. Semoga kita semua termasuk hamba yang senantiasa menjaga dzikir sebelum tidur dan memperoleh rahmat serta perlindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala di setiap waktu. Aamiin.
