Bacalah dzikir ini Setelah Shubuh, Ashar & ketika Sujud | Ust Adi Hidayat
Bacalah dzikir ini Setelah Shubuh, Ashar & ketika Sujud | Ust Adi Hidayat
Bacalah dzikir ini Setelah Shubuh, Asar & ketika Sujud | Ust Adi Hidayat
Shubuh dan Ashar adalah dua waktu shalat yang memiliki keistimewaan khusus dalam ajaran Islam, bukan hanya sebagai momen untuk berkomunikasi dengan Allah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat ikrar iman melalui dzikir. Menurut Ustaz Adi Hidayat, membaca dzikir tertentu setelah shalat ini dapat membuka hati, menenangkan pikiran, dan menambah barokah dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, ketika sujud — posisi paling rendah dan paling dekat dengan Tuhan — menjadi saat yang ideal untuk mengucapkan pujian dan permohonan yang tulus. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kumpulan dzikir yang direkomendasikan oleh Ustaz Adi Hidayat untuk setiap momen tersebut, menjelaskan makna di balik setiap frasa, serta memberikan panduan praktis agar kebiasaan tersebut dapat dijalankan dengan konsisten dan berkelanjutan.
Dzikir yang Direkomendasikan Setelah Shubuh
Setelah selesai shalat Subuh, Ustaz Adi Hidayat menyarankan agar seorang muslim mengucapkan dzikir yang memuji keagungan Allah dan memohon perlindungan serta rezeki untuk hari yang baru dimulai. Dzikir ini tidak hanya berupa kalimat Arab, tetapi juga mencerminkan niat untuk memulai hari dengan hati bersih dan niat yang tulus. Dengan mengulang frasa-frasa ini, kita mengingatkan diri sendiri akan kehadiran Allah yang selalu menyertai setiap langkah kita, serta menumbuhkan rasa syukur akan nikmat pagi yang telah diberikan. Kebiasaan ini juga membantu menenangkan jiwa setelah terjaga dari tidur, sehingga kita dapat menghadapi aktivitas pagi dengan tenang dan fokus.
- Subhanallah (3x) – Maha Suci Allah, mengakuisisi kelembutan hati.
- Alhamdulillah (3x) – Segala puji bagi Allah, menumbuhkan rasa syukur.
- Allahu Akbar (3x) – Allah Maha Besar, meneguhkan keyakinan akan kekuasaan-Nya.
- La ilaha illallah (3x) – Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, menguatkan tauhid.
- Allahumma barik lana fima razaqtana waqina adhaban nar (1x) – Ya Allah, beri barokah dalam rezeki yang Engkau berikan dan lindung kita dari azab neraka.
Dzikir yang Direkomendasikan Setelah Ashar
Waktu Ashar menandai tengah hari ketika energi mulai menurun dan pikiran sering teralihkan oleh urusan duniawi. Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa membaca dzikir setelah shalat Ashar berfungsi sebagai “reset” spiritual yang menenangkan hati dan mengembalikannya pada fokus kepada Allah. Dzikir ini juga menjadi pengingat bahwa setiap usaha yang kita lakukan siang hari seharusnya dilakukan dengan niat yang lurus dan semata-mata untuk mencari ridha-Nya. Dengan tetap berzikir setelah Ashar, kita dapat menahan rasa lelah, mengurangi stres, dan mempertahankan niat beribadah hingga waktu maghrib tiba.
- Subhanallah wa bihamdihi (10x) – Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, membersihkan hati dari dosa kecil.
- Astaghfirullah (10x) – Aku memohon ampunan kepada Allah, membersihkan dosa yang mungkin terakumulasi siang hari.
- Allahumma inni as'aluka al-afiyah fid-dunya wal-akhirah (1x) – Ya Allah, aku memohon kesehatan dalam dunia dan akhirat.
- La hawla wa la quwwata illa billah (10x) – Tidak ada kekuatan dan daya kecuali dengan Allah, menegahkan ketergantungan pada-Nya.
- Allahumma salli 'ala Muhammadin wa ali Muhammad (5x) – Ya Allah, berilah salam dan salat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, meningkatkan cinta kepada Rasul.
Dzikir yang Direkomendasikan Saat Sujud
Sujud adalah posisi tubuh yang paling rendah dan paling dekat kepada Allah, sehingga menjadi saat yang paling tepat untuk membuka hati dalam berdoa dan dzikir. Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ketika kita sujud, kita tidak hanya menunjukkan kepatuhan fisik, tetapi juga menyerahkan ego dan kebanggaan kepada Pencipta. Dzikir yang diucapkan dalam sujud biasanya lebih pribadi dan langsung, berupa pujian, syukur, atau permohonan yang tulus. Dengan mengistirahatkan dahi pada tanah dalam keadaan sujud, kita menegaskan bahwa segala kemuliaan dan kebesaran hanya milik Allah, dan kita adalah hamba yang lembut dan membutuhkan rahmat-Nya.
- Subhana Rabbiyal A'la (3x) – Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, mengakui keagungan Allah saat tubuh kita paling rendah.
- Allahumma inne 'abduka wa ibn 'abdika wa ibn amatika (1x) – Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, dan anak hamba-Mu, meneguhkan kelembaban kita.
- Allahumma inni a'udhu bika min 'adhabi jahannam wa min 'adhabi al-qabr (1x) – Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka dan azab kubur.
- Rabbi zidni 'ilman (1x) – Ya Tuhanku, tambahlah iluku, permohonan untuk pengetahuan yang bermanfaat.
- Allahumma inni as'aluka al-jannah wa a'udhu bika min an-nar (1x) – Ya Allah, aku memohon surga dan berlindung dari nerak.
Manfaat Rutin Membaca Dzikir dan Tips untuk Menjaga Konsistensi
Mengamalkan dzikir setelah Shubuh, Ashar, dan saat sujud memberikan manfaat yang beragam baik secara spiritual maupun psikologis. Spiritually, dzikir memperkuat iman, meningkatkan rasa taqarrub kepada Allah, dan melindungi dari pengaruh negatif. Psikologisnya, aktivitas mengulang frasa-frasa Arab ini dapat menurunkan tingkat kortisol (hormon stres), meningkatkan fokus, dan menciptakan rasa tenang yang berkelanjutan sepanjang hari. Selain itu, kebiasaan dzikir juga membentuk disciplina mental yang membantu dalam mengelola waktu dan prioritas dengan lebih baik. Untuk menjaga konsistensi, diperlukan strategi yang sederhana namun efektif, seperti mengatur pengingat pada ponsel, menempatkan catatan dzikir di tempat yang terlihat, dan mengaitkan kebiasaan tersebut dengan rutinitas harian yang sudah ada, seperti setelah membaca Al-Quran atau sebelum tidur.
- Atur pengingat harian – Gunakan aplikasi alarm atau catatan pada ponsel dengan label “Dzikir Subuh”, “Dzikir Ashar”, dan “Dzikir Sujud” sehingga tidak terlupa.
- Buat kartu dzikir kecil – Tulis frasa-frasa dzikir pada kartu berukuran nama dan letakkan di tempat kerja, di kamar mandi, atau di buku catatan.
- Ikuti seseorang yang sama – Ajak anggota keluarga atau teman untuk berzikir bersama; dukungan sosial meningkatkan keberhasilan kebiasaan.
- Hubungkan dengan aktivitas yang sudah ada – Misalnya, baca dzikir Subuh setelah minum air pagi, dzikir Ashar setelah makan siang, dan dzikir sujud sebelum selesai sujud dalam shalat.
- Refleksi singkat setelah setiap sesi – Sekali selesai berzikir, luangkan 10‑15 detik untuk