4 Rahasia Mengamalkan Surah Al-Fatihah, Amalan yang Masyhur di Kalangan Ulama

Table of Contents

Surah Al-Fatihah merupakan surah yang paling agung dalam Al-Qur'an. Setiap muslim membacanya berulang kali dalam setiap rakaat shalat sehingga tidak ada ibadah shalat yang sah tanpa membaca Al-Fatihah. Keutamaan surah ini sangat besar karena di dalamnya terdapat pujian kepada Allah, pengakuan akan keesaan-Nya, permohonan pertolongan, serta doa agar diberikan jalan yang lurus.

Di kalangan sebagian ulama dan orang-orang saleh, terdapat amalan membaca Surah Al-Fatihah dengan jumlah tertentu untuk memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam berbagai urusan. Penting dipahami bahwa jumlah bacaan tersebut bukanlah ketentuan syariat yang wajib atau memiliki dalil khusus dari Nabi Muhammad ï·º. Amalan tersebut lebih merupakan pengalaman spiritual sebagian ulama yang dilakukan dengan penuh keyakinan kepada Allah semata.

1. Membaca Al-Fatihah 20 Kali untuk Hajat Tertentu

Sebagian ulama menganjurkan membaca Surah Al-Fatihah sebanyak 20 kali ketika memiliki hajat tertentu yang sangat diharapkan. Misalnya memohon kelancaran usaha, kemudahan memperoleh pekerjaan, keselamatan keluarga, atau berbagai kebutuhan lainnya.

Sebelum memulai, berwudhulah terlebih dahulu, kemudian menghadap kiblat dan membaca basmalah. Setelah selesai membaca Al-Fatihah sebanyak 20 kali, panjatkan doa kepada Allah dengan penuh kerendahan hati. Yakinlah bahwa hanya Allah yang mampu mengabulkan segala permohonan.

2. Membaca Al-Fatihah 24 Kali untuk Memohon Kesembuhan

Surah Al-Fatihah dikenal sebagai Asy-Syifa atau surah yang menjadi sebab datangnya kesembuhan dengan izin Allah. Rasulullah ï·º pernah membenarkan sahabat yang meruqyah seseorang menggunakan Surah Al-Fatihah.

Karena itu, sebagian ulama membiasakan membaca Al-Fatihah sebanyak 24 kali sambil memohon kesembuhan kepada Allah. Bacaan tersebut dapat ditiupkan ke dalam segelas air untuk diminum atau dibacakan langsung kepada orang yang sedang sakit sebagai bentuk doa dan ikhtiar. Tetaplah menjalani pengobatan medis karena Islam mengajarkan agar seorang muslim berikhtiar sekaligus bertawakal.

3. Membaca Al-Fatihah 41 Kali untuk Berbagai Hajat

Amalan membaca Al-Fatihah sebanyak 41 kali cukup dikenal dalam berbagai kitab amalan. Tujuannya antara lain memohon kemudahan melunasi utang, mendapatkan rezeki yang halal, memperoleh pekerjaan yang baik, dimudahkan urusan jodoh, hingga diberi jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup.

Yang paling penting bukanlah banyaknya hitungan bacaan, melainkan keikhlasan hati, keyakinan kepada Allah, memperbanyak istighfar, menjaga shalat lima waktu, serta menjauhi dosa-dosa yang dapat menghalangi terkabulnya doa.

4. Membaca Al-Fatihah 313 Kali untuk Hajat Besar

Angka 313 sering disebut dalam berbagai amalan karena mengingatkan pada jumlah pasukan kaum muslimin dalam Perang Badar. Sebagian orang saleh mengamalkan membaca Surah Al-Fatihah sebanyak 313 kali ketika menghadapi persoalan yang sangat berat atau keadaan yang benar-benar mendesak.

Misalnya saat menghadapi masalah ekonomi, kesulitan keluarga, ujian pekerjaan, atau persoalan besar lainnya. Setelah selesai membaca, dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad ï·º, serta berserah diri sepenuhnya kepada Allah.

Cara dan Waktu Mengamalkannya

Amalan ini sebaiknya dilakukan dalam keadaan suci, berwudhu, menghadap kiblat, dan memilih waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. Di antaranya setelah shalat fardu, sepertiga malam terakhir, setelah shalat Tahajud, pada hari Jumat, ketika turun hujan, saat berpuasa, atau di antara azan dan iqamah.

Awali dengan membaca istighfar, kemudian shalawat kepada Nabi Muhammad ï·º, setelah itu bacalah Surah Al-Fatihah sesuai jumlah yang ingin diamalkan. Setelah selesai, panjatkan doa dengan penuh harapan, lalu tutup kembali dengan shalawat.

Penutup

Surah Al-Fatihah adalah surah yang memiliki kedudukan sangat mulia dalam Al-Qur'an. Membacanya merupakan ibadah yang berpahala dan menjadi bagian penting dalam shalat. Adapun mengamalkan bacaan dengan jumlah tertentu sebagaimana disebutkan di atas merupakan amalan yang dikenal di kalangan sebagian ulama dan orang-orang saleh, bukan kewajiban maupun ketentuan yang memiliki dalil khusus dari Rasulullah ï·º.

Jadikanlah amalan ini sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar mengejar jumlah bacaan. Sertai dengan taubat, menjaga shalat, memperbanyak sedekah, memperbaiki akhlak, serta terus berikhtiar. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabulkan doa-doa kita, melapangkan rezeki, menyembuhkan penyakit, memudahkan segala urusan, dan memberikan keberkahan dalam kehidupan. Aamiin.