4 Cara Kunci Mengamalkan Surat Al Waqiah
Surat Al-Waqiah merupakan salah satu surat dalam Al-Qur'an yang sangat dikenal di kalangan umat Islam sebagai surat yang sering diamalkan dengan harapan memperoleh keberkahan rezeki. Meskipun tidak ada dalil sahih yang memastikan bahwa membaca Surat Al-Waqiah secara otomatis menjadikan seseorang kaya, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an karena setiap huruf yang dibaca bernilai pahala dan menjadi sebab turunnya rahmat Allah SWT. Selain itu, sejumlah ulama dan kitab-kitab amalan juga menyebutkan pengalaman para salihin yang mengistiqamahkan surat ini sebagai bagian dari ikhtiar batin dalam memohon kelapangan rezeki.
Salah satu referensi yang sering dikutip mengenai amalan ini adalah Kitab Fathul Malikil Majid karya Syekh Muhammad Ad-Dairabi. Dalam kitab tersebut disebutkan beberapa tata cara mengamalkan Surat Al-Waqiah yang dapat dipilih sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan, keyakinan kepada Allah SWT, serta tidak meyakini bahwa jumlah bacaan memiliki kekuatan tersendiri tanpa izin-Nya.
1. Membaca Surat Al-Waqiah Satu Kali Setiap Hari
Cara pertama adalah membaca Surat Al-Waqiah satu kali dalam sehari semalam. Amalan ini termasuk yang paling ringan sehingga mudah dijadikan kebiasaan harian. Dengan membaca Al-Qur'an secara istiqamah, seorang Muslim akan semakin dekat kepada Allah SWT dan senantiasa mengingat-Nya dalam setiap aktivitas. Istiqamah lebih utama daripada amalan yang besar tetapi hanya dilakukan sesekali.
2. Membaca Surat Al-Waqiah 41 Kali dalam Satu Kali Duduk
Cara kedua adalah membaca Surat Al-Waqiah sebanyak 41 kali dalam satu kali duduk. Amalan ini biasanya dilakukan ketika seseorang memiliki hajat yang sangat besar, seperti memohon kelapangan rezeki, kemudahan usaha, pelunasan utang, atau kebutuhan penting lainnya. Selama mengamalkannya, hendaknya menjaga adab membaca Al-Qur'an, berwudu, menghadap kiblat jika memungkinkan, serta memperbanyak doa kepada Allah SWT.
3. Membaca Setelah Shalat Subuh
Cara ketiga dilakukan setelah melaksanakan shalat Subuh. Bacalah Surat Al-Waqiah sebanyak satu kali, kemudian lanjutkan dengan membaca zikir "Yā Karīm, Yā Wadūd" sebanyak 1.000 kali. Asmaul Husna tersebut mengandung makna memohon kemurahan dan kasih sayang Allah SWT. Bacaan ini hendaknya dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu melapangkan rezeki setiap hamba-Nya.
4. Membaca Surat Al-Waqiah 14 Kali Setelah Ashar
Cara keempat adalah membaca Surat Al-Waqiah sebanyak 14 kali setelah shalat Ashar. Amalan ini juga sering dianjurkan bagi seseorang yang sedang memiliki keperluan besar atau sedang menghadapi kesulitan hidup. Setelah selesai membaca, dianjurkan memperbanyak doa sesuai kebutuhan masing-masing dengan penuh kerendahan hati.
Rahasia Pengamalan yang Sering Disebutkan
Dalam sebagian ijazah amalan disebutkan bahwa ketika membaca ayat ke-32 dan 33 yang berbunyi:
وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ
"Wa fākihatin katsīrah. Lā maqṭū'atin wa lā mamnū'ah."
Artinya: "Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak pula terlarang mengambilnya."
Sebagian guru spiritual menganjurkan agar memejamkan mata sejenak sambil membayangkan satu hajat yang baik dan halal telah dikabulkan oleh Allah SWT. Namun, perlu dipahami bahwa cara ini merupakan bagian dari metode motivasi dan kekhusyukan dalam berdoa, bukan ajaran yang memiliki dalil khusus dari Al-Qur'an maupun hadis. Oleh sebab itu, keyakinan tetap harus ditujukan sepenuhnya kepada Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Mengabulkan doa.
Catatan Penting
Empat cara di atas tidak harus dilakukan sekaligus. Anda dapat memilih salah satu yang paling mudah untuk diamalkan. Apabila mampu menjalankan semuanya, tentu tidak mengapa selama tidak memberatkan diri. Untuk amalan nomor satu dan nomor tiga, usahakan dilakukan secara istiqamah setiap hari. Adapun amalan nomor dua dan nomor empat dapat dilakukan ketika memiliki hajat besar yang ingin dipanjatkan kepada Allah SWT.
Yang tidak kalah penting adalah menjaga shalat lima waktu, memperbanyak istigfar, memperbanyak sedekah, menjauhi rezeki yang haram, serta senantiasa bertawakal kepada Allah SWT. Semua amalan hanyalah bentuk ikhtiar, sedangkan yang menentukan terkabulnya doa dan datangnya rezeki hanyalah Allah SWT.
Semoga Allah SWT melimpahkan rezeki yang halal, berkah, luas, serta mengabulkan setiap hajat yang baik bagi kita semua. Wallahu a'lam bish-shawab.
