Epy Kusnandar Meninggal Dibilang "Mampus Mati", Karina Ranau Resmi Lapor Polisi

Table of Contents

Karina Ranau, istri mendiang aktor senior Epy Kusnandar, akhirnya mengambil langkah hukum setelah menerima komentar kejam di media sosial. Ia melaporkan sebuah akun ke Polres Jakarta Selatan usai akun tersebut menuliskan kalimat yang sangat menyakitkan tentang almarhum suaminya.

Komentar tersebut berbunyi, “Mampus dia sudah mati,” dan ditulis saat Karina mengunggah video kenangan Epy Kusnandar untuk ulang tahun putra mereka, Quentin.

Komentar Kejam di Tengah Masa Duka

Karina mengaku sangat terpukul dengan komentar tersebut. Video yang ia unggah merupakan bentuk pengobat rindu kepada sang suami, yang telah meninggal dunia pada Desember 2025.

“Video itu saya susun sendiri dari pagi. Itu sebagian dari pengobat hati saya. Tapi tiba-tiba dikomentari seperti itu. Sakit banget,” ujar Karina sambil menahan air mata.

Tak hanya berisi kata-kata kasar, Karina juga menyebut akun tersebut sebelumnya sempat menuliskan komentar bernuansa pornografi.

Demi Psikologis Anak dan Keluarga

Menurut Karina, keputusannya melapor bukan sekadar karena emosi. Ia ingin melindungi kondisi psikologis anak dan keluarganya yang masih berduka atas kepergian Epy Kusnandar.

“Mungkin ada yang bilang saya lebay. Tapi ini menyangkut psikologis anak saya dan keluarga,” katanya.

Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya sudah cukup sabar menghadapi komentar-komentar negatif dari netizen.

Beri Waktu 3x24 Jam

Karina memberikan tenggat waktu 3x24 jam kepada pemilik akun tersebut untuk menunjukkan itikad baik. Jika tidak ada permintaan maaf atau komunikasi yang baik, proses hukum akan terus berjalan.

Langkah ini diambil agar menjadi pelajaran bagi pengguna media sosial agar lebih bijak dalam berkomentar, terutama kepada keluarga yang sedang berduka.

Konten Ziarah Bukan untuk Mencari Uang

Karina juga menepis anggapan bahwa dirinya sengaja membuat konten tentang mendiang suami demi mencari keuntungan.

Ia menegaskan tidak memiliki kanal YouTube atau platform monetisasi lain. Semua unggahan dibuat semata-mata untuk mengabadikan momen bersama Epy Kusnandar, sesuai pesan sang suami agar kenangan keluarga tetap tersimpan.

Dukungan dari Sang Putra

Putra mereka, Quentin, mengaku sedih membaca komentar-komentar jahat tersebut. Namun ia mempercayakan sepenuhnya kepada sang ibu untuk menindaklanjuti masalah ini.

Kasus yang dialami Karina Ranau menjadi pengingat bahwa komentar di media sosial dapat berdampak besar pada kondisi emosional seseorang, terutama mereka yang sedang menghadapi kehilangan orang tercinta.